Ada 15 titik bekas longsor dan tanah terban sepanjang ruas jalan tersebut
Lubuk Basung (KABARIN) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mengingatkan pemudik untuk meningkatkan kewaspadaan saat melewati ruas jalan provinsi menghubungkan Lubuk Basung-Bukittinggi karena terdapat 15 titik bekas tanah longsor.
"Ada 15 titik bekas longsor dan tanah terban sepanjang ruas jalan tersebut," kata Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Agam Apriwandi Arlius didampingi Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Agam Gani Basya di Lubuk Basung, Rabu.
Ia mengatakan 15 titik bekas tanah longsor tersebut berada di Jalan Panta, Kecamatan Matur-Bukittinggi via Ngarai Kecamatan Ampek Koto sebanyak lima titik. Setelah itu Simpang Gudang Kecamatan Lubuk Basung-Bukittinggi via Sungai Landia Kecamatan Ampek Koto.
"Panjang dan lebar tanah terban tersebut bervariasi dampak curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu pada akhir November 2025," katanya.
Dengan kondisi itu ruas jalan Panta-Bukittinggi hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat, tidak disarankan untuk dilewati kendaraan roda enam.
Untuk jalan Lubuk Basung-Bukittinggi bisa dilalui kendaraan roda enam.
"Kendaraan roda enam atau membawa barang telah ditutup tujuh hari menjelang Idul Fitri dan tujuh hari menjelang Idul Fitri," katanya.
Ia mengatakan Pemkab Agam telah memasang rambu-rambu petunjuk jalur alternatif dan peringatan untuk membantu para pengendara melewati daerah tersebut saat arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.
Rambu peringatan, kata dia, dipasang berupa peringatan rawan longsor, tanah terban, mendahului kendaraan dari bawah, dan lainnya.
Rambu-rambu tersebut untuk memberitahukan kondisi ruas jalan yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir tahun 2025 itu.
"Kondisi jalan di Agam rawan longsor saat curah hujan cukup tinggi," katanya.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026